PROPOSAL USAHA JASA
PENGERTIAN
JASA, KLASIFIKASI DAN KARAKTERISTIK JASA
1.
PENGERTIAN
MANAJEMEN PEMASARAN JASA
Jasa
merupakan aktivitas, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual.
Contohnya bengkel reparasi, salon kecantikan, kursus keterampilan, hotel, rumah
sakit, dan sebagainya.
”Jasa adalah setiap tindakan atau
perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada
dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan
kepemilikan sesuatu. Produksi jasa bisa berhubungan dengan produk fisik maupun
tidak” (Kotler, 1994).
Creativee
Home production merupakan salah satu Creative multimedia dalam bidang Videography.
Sebuah
bisnis berbasis teknologi yang menerapkan sebuah imajinasi manusia dalam sebuah
media visual.Kami menciptakan sebuah product yang dapat dinikmati oleh seluruh
lapisan masyarakat dengan karya-karya kami. Dengan perkembangan dunia teknologi
seperti sekarang ini khususnya didunia perfilman kita mempunyai peluang yang
sangat besar untuk memajukan bisnis dalam bidang ini.
Dengan
latar belakang tersebut , kami bersepakat untuk mendayagunakan kemampuan kami
untuk menyediakan produk bagi masyarakat sekitar dalam kaitannya dengan
multimedia , yang kami terapkan melalui video editing dan video shoting. Dengan
jasa yang kami berikan, di harapkan pengguna jasa kami dapat memesan sesuai
harapan mereka.
Jasa
videography dewasa ini makin marak karena semua orang ingin semuanya serba
praktis. Tidak ada salahnya jika pada akhirnya banyak orang membuka peluang
usaha jasa video shooting. Sebuah usaha yang biasa berawal dari hobi ini kini
makin banyak dicari orang. Setiap hari, di lingkungan sekitar kita secara rutin
berlangsung berbagai acara, seperti seremonial pernikahan, sunatan, pengajian,
kelulusan, dan lain-lain. Kebanyakan orang ingin memiliki kenangan yang bisa
dijadikan media sebagai pengingat momen-momen tersebut, seperti film dokumenter
atau video.
2.
Klasifikasi Jasa
1)
Produk fisik dengan jasa pendukung
Pada
kategori ini penawaran terdiri atas suatu produk fisik yang disertai dengan
satu atau beberapa jasa untuk meningkatkan daya tarik pada konsumennya.
2)
Hybrid
Penawaran
terdiri dari barang dan jasa yang sama besar porsinya. Contoh, Restoran, warung
makan, warnet, dll.
3)
Jasa utama yang didukung dengan barang minor
Penawaran
terdiri atas suatu jasa pokok bersama-sama dengan jasa tambahan (pelengkap)
dan/atau barang-barang pendukung.
4)
Jasa murni
Penawaran
hampir seluruhnya berupa jasa. Misalnya fisioterapi, konsultasi psikologi,
pemijatan, dan lain-lain.
Berdasarkan klasifikasi di atas, usaha yang
saya rencanakantermasuk klasifikasi Hybrid. Penawaran
terdiri dari barang dan jasa yang sama besar porsinya. Yaitu dengan menyediakan
jasa shooting Video dan editing sehingga outputnya adalah berupa barang
berbentuk soft (file) maupun hard (bentuk CD/DVD).
3.
Karakteristik Jasa
Produk jasa memiliki karakteristik yang
berbeda dengan barang (produk fisik). Karakteristiknya sebagai berikut:
1. Intangibility(tidak
berwujud). Jasa tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, didengar, atau dicium
sebelum jasa itu dibeli.
2. Inseparability,
umumnya
pada aktivitas jasa proses produksi dan konsumsi terjadi secara bersamaan,
dalam arti konsumen terlibat dalam produksi implikasinya kontak dan interaksi
menjadi sangat penting.
3. Heterogeinity,
standarisasi
sulit dilakukan karena sangat tergantung kepada sumber daya manusia yang
terlibat, sehingga kualitas sulit dikendalikan.
4. Perishability,
jasa
tidak mengenal persediaan atau penyimpanan
dari produk yang telah dihasilkan.
5. Lack of ownership,
pelanggan
tidak memiliki jasa (tidak terjadi perpindahan kepemilikan).
Perusahaan Jasa yang saya pilih memiliki
karakteristik Inseparability.
Dikarenakan aktivitas
jasa proses produksi dan konsumsi terjadi secara bersamaan, dalam arti konsumen
terlibat dalam proses sebuah produksi. Seperti sumber ide desain, object foto
dan terlibat dalam prosesi penyutingan film.
BAB II
PEMASARAN RELATIONAL DALAM
PEMASARAN JASA
Kotler dan Keller (2006:17-18)
mengartikan pemasaran relasional dalam artian lebih luas yang memiliki tujuan
membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dengan pihak-pihak
inti pelanggan, pemasok, distributor, masyarakat sekitar dan rekan pemasaran
lainya guna mengembangkan dan mempertahankan bisnis. Tujuan dari pemasaran
relasional adalah menciptakan hubungan yang kuat dan bertahan lama dengan
sekelompok pelanggan inti (Schiffman dan Kanuk, 2005:578).
Bentuk-bentuk
relationship marketing dapat berupa:
1.
Hubungan
Pelanggan (customer relationship)
Hubungan perusahaan
dengan pelanggan sangat perlu dibina dan dikembangkan karena dengan hubungan
yang baik berarti jaminan bagi perusahaan dalam memperoleh penghasilan dapat
dijaga. Dan pelanggan yang merasa kebutuhan dan keinginannya terpuaskan dalam
hubungan dengan perusahaan akan menetapkan pilihan kepada perusahaan dalam
memenuhi kebutuhannya.
Dalam
bisnis multimedia ini hubungan pelanggan (customer relationship) akan kami
lakukan dengan baik dengan cara misalnya menyambut pelanggan dengan sopan,
dengan senyum, memberi pengertian kepada pelanggan denga baik dan mudah di
pahami.
2.
Kemitraan
dengan Pemasok (supplier partnership)
Pemasok, untuk menjamin
pasokan barang maka perusahaan harus dapat mengembangkan kerjasama yang saling
menguntungkan. Komitmen dari masing-masing pihak sangat diperlukan untuk
mempertahankan hubungan kerja sama antara perusahaan dengan pemasok. Jika pemasok
lancer maka pelanggan akan merasa puas karena produk yang mereka butuhkan
tersedia saat membutuhkannya.
Sedangkan
hubungan dengan pemasok (supplier partnership) kami akan berusaha bekerja sama
dengan baik saling percaya satu sama lain, serta mematuhi kontrak yang sudah di
buat waktu awal kerjasama khususnya yang berkaitan dengan properti yang
digunakan dalam dunia videography.
3.
Kemitraan
antar perusahaan (lateral partnership)
Kerja sama/kemitraan
antara perusahaan dengan organisasi nirlaba/lembaga sosial, akan memberikan
dampak kepada perusahaan dalam hal, sebagai berikut:
a. Meningkatnya
legitimasi perusahaan dalam menjalankan kegiatan CSR, tidak hanya sebatas
menjalankan kewajiban tetapi merupakan bagian dari implementasi visi dan misi
perusahaan. Hal ini akan memberikan kepercayaan para investor.
b. Reputasi yang
meningkat, konsumen memandang bahwa perusahaan tidak sekedar mengejar profit
dalam kegiatan bisnisnya namun memiliki nilai-nilai sosial yang diwujudkan
dalam kegiatan CSR nya. Kondisi ini menyebabkan konsumen menjadi semakin loyal.
c. Status sosial
dan pengakuan; kegiatan CSR perusahaan yang dilakukan secara kontinyu dan
melibatkan organisasi nirlaba/lembaga sosial yang memiliki akses kuat di
masyarakat akan memberikan dampak yang positif bagi kemajuan masyarakat.
d.
4.
Kemitraan
internal (internal partnership)
Untuk
mencapai tujuan perusahaan, perlu adanya kerjasama yang baik antara owner
dengan karyawan oleh sebab itu owner mengajak karyawan untuk menjalankan:
Ø Suasana kerja
yang nyaman.
Ø Saling
menghormati satu sama lain.
Ø Perbedaan adalah
hal yang penting dalam mencapai kesuksesan bersama.
Ø Mencapai
standart mutu yang tinggi dalam hal pembelian, pembuatan dan pelayanan semua
produk kita.
Ø Membuat
pelanggan puas setiap saat.
Ø Profit adalah
hal yang penting untuk kelangsungan dan perkembangan bisnis kita.
Ø Meningkatkan
kesejahteraan mitra kerja dan karyawan.
Ø Hubungan dengan
masyarakat dan lembaga keuangan bank maupun non bank.
Dalam
perusahaan kami hubungan pelanggan juga sangat kami perhatikan, misalnya dengan
memberi titik kepuasan pada setia footage yang merupakan bahan dasar video
sebelum masuk kedalam proses editing.
BAB III
VISI DAN MISI PERUSAHAAN
Visi
“Mendayagunakan perkembangan
teknologi mewujudkan imaginasi manusia dalam sebuah karya visual”
Misi
-
Memberikan
pelayanan yang terbaik kepada pelanggan
-
Menjaga kualitas
produksi
-
Mengutamakan
pelayanan yg terbaik, dg standart crew yg terampil dan kreatif.
Analisis
SWOT
Analisis SWOT adalah
analisis berdasarkan Strong (Kekuatan), Weak (Kelemahan), Opportunity
(Kesempatan/Peluang), dan Threat (Ancaman).
-
Kekuatan
Banyaknya wirausahawan, khususnya dikalangan mahasiswa
yang belum tahu tentang peluang ini, jelas itu salah satu peluang utama
kami, serta minat yang tinggi dari para konsumen.
-
Kelemahan
Kelemahan utama adalah dalam mencari karyawan yang
tentunya paham dan ahli tentang video shooting.
-
Peluang
Minat yang sangat besar dari para konsumen untuk menggunakan jasa editing video dan video shooting.
-
Ancaman
Ancaman terbesar adalah munculnya para pesaing setelah
usaha ini berjalan.
BAB V
STRATEGI PRODUK
Produk yang ada
dipasaran banyak variasinya walaupun mungkin fungsinya sama, namun demi
memenuhi kemudahan dan kebutuhan konsumen yang berbeda-beda, produk tersebut
menjadi berbeda dari yang satu dengan yang lain. Melihat produk dari segi
perencanaanya ada beberapa tingkatan produk, yaitu :
a. Produk inti : pada usaha ini pembuatan media visual videography
pada acara-acara yang
penting menurut setiap pribadi, organisasi, perusahaan dan juga keluarga,
seperti pernikahan, ulang tahun, acara perusahaan, aniversarry dll.
b. Produk actual : untuk menciptakan produk
yang actual, kami memberikan desain video yang trendi, kualitas yang tinggi, serta kemasan
yang menarik. Karena usaha ini sangat mengedepankan kekreatifan dari sebuah
video yang menarik. Seperti yang
kami terapkan pada shooting dokumentasi saat travelling.
c. Produk tambahan : usaha ini mempunyai
tambahan produk, diantaranya :
1. usaha editing video.
2. Menerima jasa desain logo,
undangan, banner dll.
2. Melayani konsumen dengan 3S yaitu: Sapa,
Senyum, Sopan
3. menerima pembuatan cinematography profil sebuah perusahaan/organisasi
4. Menerima kritik dan saran dari semua
konsumen, karena kritik dan saran dapat membantu untuk mengevaluasi usaha yang
kami dirikan agar menjadi usaha yang tepercaya.
Pada umumnya barang
konsumen dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis namun pada bidang usaha
jenis media visual
ini adalah Shopping Goods yaitu barang-barang dalam proses pemilihan dan
pembeliannya dibandingkan oleh konsumen diantara berbagai alternative yang
tersedia. Kriteria perbandingan tersebut meliputi harga, kualitas dan model
masing-masing jasa.
BAB
VI
STRATEGI
DISTRIBUSI JASA
Produsen harus mempertimbangkan
berbagai macam factor yang sangat berpengaruh dalam pemilihan saluran
distribusi. Pemilihan saluran distribusi yang efektif akan mampu mendorong
peningkatan penjualan yang diharapkan, sehingga kelangsungan hidup perusahaan
dapat terjamin.
Konsep saluran distribusi juga tidak
hanya terbatas pada saluran distribusi barang berwujud saja. Produsen jasa juga
menghadapi masalah serupa yakni bagaimana hasil mereka dapat di peroleh sampai
ketangan konsumen bagi lembaga penyedia jasa, kebutuhan akan faedah waktu dan
tempat menjadi jelas. Jasa harus ditempatkan pada lokasi yang mudah dicapai
oleh pemakainya.
Lokasi penjualan jasa harus mudah
dicapai oleh pelanggan, oleh karena banyak jasa yang tidak dapat dihantarkan.
Pemasaran jasa perantara merupakan cara lain untuk meluaskan distribusinya.
Jenis
saluran distribusi (dipilih sesuai dengan saluran distribusi usaha):
1. Saluran Langsung
2. Saluran Satu Tingkat (one level channel)
3. Saluran Dua Tingkat (two level channel)
Dalam bisnis ini, dalam strategi
distribusi jasa ini termasuk dalam Saluran langsung.karena kami selaku produsen
akan melakukan transaksi secara langsung dengan pelanggan. Keuntungan yang akan
kami dapatkan diantaranya :
1. Produsen
mengendalikan penuh harga produk (tidak ada mark up akibat marketing
intermediaries)
2. Mudah
mendapatkan umpan balik langsung mengenai produknya --memungkinkan memberikan
respon lebih cepat.
Alasan
lain, karena usaha ini bergerak dalam media visual, sehingga banyak yang perlu
dibicarakan dengan konsumen, seperti konsep dari video, rundown sebuah acara,
dan lain-lain.
BAB VII
STRATEGI
PENETAPAN HARGA
Dalam
penetapan harga, ada beberapa tujuan yang ingin kami capai, diantaranya sebagai
berikut:
A. Tujuan
Penetapan Harga:
1. Survival
Perusahaan dapat
mengejar kelangsungan hidup sebagai tujuan utamanya jika mengalami kelebihan
kapasitas, persaingan yang ketat, atau keinginan konsumen yang berubah-ubah.
Untuk menjaga agar perusahaa tetap beroperasi dan persediaan terus berputar,
mereka akan menurunan harga. Selama harga dapat menutupi biaya variabel dan
biaya tetap, perusahaan dapat terus berjalan tetapi kelangsungan hidup hanya
tujuan jangka pendek.
2. Sales
Maximization
Perusahaan ingin memasimalkan unit
penjualan, karena dengan volume penjualan yang lebih tinggi akan menghasilkan
biaya per unit yang lebih rendah dan laba jangka panjang yang lebih tinggi.
Dalam
usaha ini, kami menggunakan metode sebagai berikut:
B. Metode
Penetapan Harga
1. Metode
penetapan harga berbasis permintaan
Metode ini
diorientasikan pada perspektif pelanggan. Metode ini memiliki keunggulan
dibandingan metode-metode lainnya karena memperhitungkan tiga hal, yakni:
a. Pelanggan
mengalamikesulitan dalam mendapatkan harga referensi.
b. Pelanggan
bisa sensitif terhadap harga-harga yang tercantum.
c. Pelanggan
menilai kualitas berdasarkan harga. Metode ini menetapkan harga konsisten
dengan persepsi pelanggan terhadap nilai. Dalam metode ini, kami memilih
penetration pricing sebagai alternative pertama kami dalam memberikan pelayanan
harga kepada konsumen, karena terbilang usaha kami masih dalam tahap awal.
·
Penetration
Pricing
Merupakan strategi
dengan menetapkan harga rendah pada awal produksi, dengan tujuan dapat meraih
pangsa pasar yang besar dan sekaligus menghalangi masuknya para pesaing. Dengan
harga rendah perusahaan dapat pula mengupayakan tercapainya skala ekonomi dan
menurunnya biaya per unit. Strategi ini mempunyai perspektif jangka panjang,
dimana laba jangka pende dikorbanan demi tercapainya keunggulan kompetitif yang
berkelanjutan. Ada empat bentuk harga yang menggunakan strategi “Penetration
Pricing” antara lain:
1. Harga
yang dikendalikan (restrained price), yaitu harga yang ditetapkan dengan
tujuan mempertahankan tingkat harga tertentu selama periode inflasi.
2. Elimination price yaitu merupakan
penetapan harga pada tingkat tertentu yang dapat menyebabkan pesaing-pesaing
tertentu (terutama yang kecil) keluar dari persaingan.
3. Promotion price adalah harga
yang ditetapkan rendah dengan kualitas sama, dengan tujuan untuk mempromosikan
produk tertentu.
4. Keep out price merupakam
penetapan harga tertentu sehingga dapat mencegah para pesaing memasuki pasar.
My Product
BAB VIII
STRATEGI PROMOSI JASA
Menrut kotler & Armstrong variable-variabel yang ada di dalam
promotional mix ada lima, yaitu:
1. Periklanan
(Advertising)
2. Penjualan
Personal (Personal selling)
3. Promosi
Penjualan (Sales Promotion)
4. Hubungan
Masyarakat (Public Relation)
5. Pemasaran
Langsung (Direct Marketing)
Dalam usaha videography & photography ini kami menggunakan strategi
promosi jasa periklanan (Advertising) & pemasaran Langsung. Dikarena strategi
ini sangat cocok dengan usaha kami. Dengan menggunakan strategi periklanan
pelanggan akan lebih mengenal produk kami, kami akan membuat iklan khususnya
melalui media sosial, seperti facebook, Instagram dll. Karena melihat pangsa
pasar yang ada mayoritas pengguna aktif media sosial. Selain itu, kami juga
akan menggunakan Komunikasi langsung dengan pelanggan yang diincar agar kami
bisa mendapatkan feedback langsung dari clien kami.
BAB
IX
STRATEGI
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
(SUMBER
DAYA INSANI)
Strategi SDM/SDI adalah orang-orang yang terlibat langsung dalam
menjalankan segala aktifitas perusahaan, dan merupakan factor yang memegang
peranan penting bagi semua organisasi. Dalam perusahaan jasa unsure people ini
bukan hanya memainkan peranan penting dalam bidang produksi atau operasional
saja, tetapi juga dalam melakukan hubungan kontak langsung dengan konsumen.
Perilaku orang-orang yang terlibat langsung ini sangat penting dalam
mempengaruhi mutu jasa yang ditawarkan dan image perusahaan jasa yang
bersangkutan.
A. Struktur Organisasi
1. Pemilikk
usaha: Bertanggung jawab kepada perusahaan dan karyawan-karyawannya.
2. Sekertaris
& Bendahara: Mencatat keuangan yang masuk atau keluar di perusahaan, dan
bertanggung jawab kepada atasan.
3. Editor:
Mengedit setiap video/foto yang telah di shoot menjadi sebuah video jadi
(Finishing Process)
4. Kameramen:
Mengambil setiap gambar baik dalam bentuk foto maupun video dari pesenan clien.
5. Pemasaran:
memasarkan setiap produk yang ditawarkan.
6. Scripter/konseptor:
Mengonsep setiap media visual yang akan dipesan, dan menuliskan setiap arti
dari video yang dihasilkan.
C. Syarat minimal kompetensi
1. Sekertaris
& bendahara: mampu mengelolah anggaran dengan perhitungan akuntansi.
2. Editor
: mampu menguasai aplikasi editing seperti: corel draw, adobe premiere, adobe
after effect, photoshop, dll.
3. Kameramen:
mampu menguasai teknik-teknik photograhy dan videography dan tentunya mampu
menguasai basic-basic dari penggunaan kamera.
4. Scripter/konseptor:
memiliki ide-ide brilian dalam hal mengonsep media visual dan juga mampu
menuliskan ide-ide jalan cerita terkait suatu hal yang bersifat dramatis.
BAB
X
STRATEGI
PROSES
Strategi proses adalah suatu upaya perusahaan dalam menjalankan dan
melaksanakan aktifitasnya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumennya.
Bagaimana cara perusahaan menyampaikan jasa yang dijual sampai pada konsumen
yang membeli. Atau terkait dengan prosedur operasional yang ada dalam
perusahaan terkait dengan proses penyampaian jasa.
Dalam jasa videography, berawal dari pemilik perusahaan/bagian pemasaran
dan sekretaris & bendahara menemui si calon clien untuk membicarakan terkait
hal-hal job seperti harga, menanyakan acaranya seperti apa, dll. Setelah
menemui kesepakatan, si clien memberikan sejumlah DP sesuai kesepakatan.
Setelah itu tim kameramen mengambil gambar/menyooting dari acara si clien.
Setelah itu tim scipter/konseptor membuat konsepan video/photo semenarik
mungkin dan untuk process finishing dilakukan oleh tim editor.
BAB
XI
LINGKUNGAN
FISIK
(PHYSICAL
ENVIRONMENT)
Physical environment merupakan
suatu hal yang secara nyata turut mempengaruhi kepuasan konsumen, untuk membeli
dan menggunakan barang atau jasa yang ditawarkan. Unsur-unsur yang termasuk di
dalam Physical environment:
1. Lingkungan
Fisik, bentuk fisik dari perusahaan kami adalah sebuah bangunan seperti ruko.
2. Lingkungan
Eksterior merupakan lingkungan atau penampilan luar dari sebuah perusahaan yang
dapat menarik perhatian konsumen untuk melakukan pembelian. Oleh karena itu
dalam mendesain bagian luar perusahaan harus memperhatikan seperti :
–
Desain
eksterior, eksterior selalu dikaitkan dengan seni atau keindahan.
3. Lingkungan
Interior, merupakan penampilan di dalam sebuah perusahaan. Dalam merancang
lingkungan interior harus dapat menampilkan suasana yang nyaman dan aman bagi
pelanggan.
4. Peralatan,
videograhy dalam proses produksi peralatan yang memiliki kualitas yang baik
seperti kamera, PC, aksesoris kamera, agar dapat menjaga kualitas dari setiap
gambar/photo/video yang dihasilkan.
BAB
XII
MANAJEMEN
KUALITAS JASA
Parasuraman
mengemukakan lima dimensi kualitas jasa :
1. Reliability
(kehandalan)
Kemampuan
memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara akurat dan
terpercaya.
Creative
Home Production melakukan pelayanan sebagai berikut :
-
Memberikan
pelayanan sesuai janji
-
Memberikan
pelayanan tepat waktu
-
Selalu
memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan
-
2. Responsiveness
(daya tanggap)
Keinginan untuk membantu pengguna dan
memberikan pelayanan yang cepat serta mampu mengatasi masalah yang timbul
secara profesional.
Creative Home Production memberikan
pelayanan sebagai berikut :
-
Memberikan
pelayanan yang cepat. Karena pandansari memisahkan atau melakukan pembagian
tugas kepada setiap bagian
-
Tanggap dalam
pemenuhan permintaan konsumen
3. Assurance
(jaminan)
Pengetahuan dan kemampuan serta
keramahan dalam melaksanakan tugas dapat menjamin pelayanan yang baik, sehingga
menimbulkan kepercayaan dan keyakinan konsumen.
Creative Home Production memberikan
pelayanan sebagai berikut :
-
Karyawan yang supel
atau mudah bergaul
-
Karyawan yang
sopan
-
Karyawan
memiliki ide-ide kreatif serta ahli dalam bidang photography dan videograhy
4. Emphaty
(empati)
Memberikan perhatian yang bersifat
individual kepada konsumen dan berusaha untuk memahami keinginan dan kebutuhan
konsumen.
Creative Home Production memberikan
pelayanan sebagai berikut :
–
Karena merupakan
poduk yang berdasarkan pesanan jadi kami selalu berusaha untuk memenuhi
kebutuhan dan keinginan konsumen dengan pelayanan terbaik.
2. Tangibles
(bentuk fasilitas fisik)
Penampilan
dan kemampuan sarana prasarana fisik harus dapat diandalkan. Tersedianya
fasilitas fisik yang memupuni, perlengkapan dan sarana komunikasi serta lainnya
yang dapat dan harus ada dalam proses jasa.
Creative
Home Production memberikan pelayanan sebagai berikut :
-
Penggunaan
peralatan terbaik. Dan selalu melakukan pembaharuan peralatan secara berkala.
-
Memiliki
berbagai macam aksesoris sebagai pendukung terciptanya photo/video yang
berkualitas dan terkenang.
My Product


Komentar
Posting Komentar